MENINGKATKAN MINAT SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA CHARTA, MODEL DAN LKS SEBAGAI SUMBER BELAJAR”( PTK 82 )


Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Di tingkat SD/MI diharapkan ada penekanan pembelajaran. Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.

Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. (Badan Standar Nasional Pendidikan, 2006 : 47)

Berdasarkan pengamatan penulis selama ini, banyak peserta didik yang memiliki motivasi serta minat belajar yang rendah. Bahkan sebagian peserta didik sudah benar-benar kehilangan minat belajar. Mereka hanya senang bermain dengan teman-temanya tanpa mau memikirkan belajar.

Suasana belajar di kelaspun tampak lesu. Siswa merasa enggan untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan guru. Siswa hanya duduk manis dan pasif. Guru yang menjelaskan materi pelajaran tidak dihiraukan lagi. Bahkan sebagian siswa merasa terkantuk-kantuk bila mendengarkan penjelasan guru.

Hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Karena kalau tidak segera ditangani akan berakibat pada rendahnya prestasi belajar siswa. Guru sebagai penanggungjawab keberhasilan belajar harus segera mengambil tindakan dan memikirkan langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi belajar peserta didik. Untuk itu guru perlu memikirkan strategi belajar yang mampu membangkitkan minat belajar siswa.

Salah satu langkah yang harus ditempuh diantaranya adalah, guru harus memperbaiki model pembelajaran yang digunakan selama ini. Hal ini juga untuk menghindari pembelajaran yang bersifat monoton yang mengakibatkan peserta didik merasa bosan.

Permasalahan ini merupakan permasalahan mendesak yang harus segera dicari pemecahannya agar prestasi belajar siswa bisa lebih meningkat. Sebagai tindak lanjut perlu dilakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Permasalahan ini merupakan permasalahan mendesak yang harus segera dicari pemecahannya agar prestasi belajar siswa bisa lebih meningkat. Sebagai tindak lanjut perlu dilakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

DOWNLOAD FILE LENGKAP PTK

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s