MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA UANG DALAM POKOK BAHASAN UANG SISWA KELAS II MI ( PTK 66 )


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA UANG DALAM POKOK BAHASAN UANG SISWA KELAS II MI ( PTK 66 )

Di masa sekarang ini banyak orang beranggapan materi pelajaran matematika memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding materi pelajaran non eksak. Oleh karena itu tenaga pendidik perlu mencari ide baru guna meningkatkan mutu pembelajaran yang berkualitas. MI Blotongan adalah sebuah sekolah tingkat dasar yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat, mereka beranggapan bahwa guru dikalangan MI kurang profesional. Untuk mengurangi kekurangan tersebut, maka peneliti yang sekarang sebagai pengajar MI Blotongan melakukan analisa kesulitan belajar matematika melalui penelitian tindakan kelas.

Pada penelitian tindakan kelas kali ini peneliti mencoba pada sub pokok bahasan uang. Karena melihat fenomena bahwa siswa MI Ma’arif kelas II masih merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal pokok bahasan uang, serta masih rendahnya nilai-nilai yang siswa dapatkan, kesulitan tersebut disebabkan kurang pahamnya siswa terhadap materi aritmatika sosial. Peneliti mencoba menyelesaikan masalah tersebut melalui pembelajaran dengan bantuan alat peraga. Dalam hal ini penelitian tindakan kelas mengambil judul meningkatkan hasil belajar siswa melalui alat peraga uang dalam pokok bahasan uang siswa kelas II MI Ma’arif Blotongan tahun pelajaran 2004/2005.

Menurut Jean Piaget anak usia 7-8 tahun berada dalam tahap operasional konkret. Siswa kelas II MI Ma’arif Blotongan rata-rata berusia 7-8 tahun. Sarana yang paling tepat untuk menyajikan konsep abstrak matematika dalam bentuk konkret adalah dengan penggunaan alat peraga uang dalam pembelajaran.

Berdasarkan kajian teori, pemikiran dan pertimbangan penggunaan alat peraga uang diyakini mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas II MI Ma’arif Blotongan pada pokok bahasan uang. Sebagai indikator keberhasilan penelitian, adalah apabila nilai rata-rata kelas 6,5 dan banyak siswa yang mendapat nilai 6,5 sekurang-kurangnya 80 % serta rata-rata keaktifan siswa berada pada kategori sangat baik (80 %). Adapun indikator penelitian ini adalah hasil belajar siswa serta keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika pokok bahasan uang. Setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam 3 siklus diperoleh hasil sebagai berikut. Siklus I dengan materi menghitung nilai sekelompok mata uang dengan jumlah nilai sampai dengan 1.000 rupiah yaitu nilai rata-rata kelas 7,39, siswa yang mendapat nilai 6,5 sebanyak 72,22 %, ratarata keaktifan siswa berada pada kategori baik 65,08 %. Siklus II dengan materi mengenal nilai tukar mata uang rupiah yaitu nilai rata-rata kelas 8,11, siswa yang mendapat nilai 6,5 sebanyak 77,8 %, rata-rata keaktifan siswa berada pada kategori baik 72,22 %. Siklus III dengan materi bermain belanja dengan jumlah uang sampai dengan 1.000 rupiah yaitu nilai rata-rata kelas 8,56, siswa yang mendapat nilai 6,5 sebanyak 88,9 %, rata-rata keaktifan siswa berada pada kategori baik 80,95 %. Dengan demikian indikator keberhasilan yang ditetapkan dapat tercapai.

DOWNLOAD FILE LENGKAP PTK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s